Belajar ber-esensi

This will be part of my 2018 resolution – which is: ayu harus hidup esensial

Sebenarnya ini terinspirasi dari sebuah retweet dari seorang teman lama yang sangat menginspirasi (sebut saja regia), yang kemudian kepikiran ketika mau makan tapi gaada makanan.

This time, I will talk about: Makan

“Makanlah ketika lapar, dan berhentilah sebelum kenyang”

Baru sadar kalau ayu suka banget makan, suka – sampai kalau mau makan ya ayu makan, belum tentu karena lapar // butuh.

Sampai kemudian sadar kalau melakukan sesuatu banyak karena maunya, bukan cuma karena yang seharusnya: karena butuh.

Kalau soal materi, esensialisme mungkin maksudnya menggunakan harta demi keteguhan jiwa, kebersihan diri, di jalan-Nya, untuk mencari ridha-Nya – yang kesemua maknanya masih harus banyak kupelajari

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s