Thankfulness

He he

I want to post it right after the ‘Acceptance’. Reason? Not because they are similar, (anw, they are quite different), it’s because my brain told myself: acceptance should be followed by thankfulness.

Plus I heard the same thing in ceramah from ustadz in Tarhib Ramadhan.

In my perspective, thankfulness is what makes us get through life as human who belongs to The Creator.

Yang Maha Pemberi sudah memberi kita kesempatan untuk bernapas bebas, bisa membuat keputusan mau melakukan apa hari ini, bisa melaksanakan keputusan yang dibuat, dannnn banyak hal lain yang kalau disebutkan sampai akhir dunia juga ngga ada habisnya..

Kita ciptaan-Nya menerima pemberian dari-Nya.

Tapi setelah itu, pemberian-Nya yang luar biasa banyak tidak terhitung kita sikapi bagaimana?

Bagaimana kita bersyukur bisa dibilang miriplah sama bagaimana kita menyikapi pemberian-Nya setelah kita terima.

So, thankfulness is…. a form of reaction,

dan pertanyaanya: Bagaimana kita dalam bersyukur saat ini?

Kemudian, timbul pertanyaan lain: Apa sudah benar cara kita dalam bersyukur?

Pertanyaan yang lain lagi: Bagaimana cara yang benar?

Pada akhirnya: Mau tidak mensyukuri dengan lebih baik?

 

Mau kan, Yu? :”)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s